Senin, 06 Agustus 2012

Monia dan Nitrit pada kolam ikan hias

Amonia merupakan gas buangan terlarut hasil metabolisme ikan oleh perombakan protein, baik dari kotoran ikan sendiri maupun sisa pakan. Sisa ppakan biasanya akan membusuk dan meningkatkan kadar amonia.

Secara kimia, amonia terdiri dari dua bentuk, yaitu unionized ammonia (UIA)/NH3 dan ionized ammonia (IA)/NH4+. Bila kadar UIA dalam air tinggi maka ikan bisa mabuk atau keracunan. Sebaliknya, IA kurang kuat daya racunnya.

Nitirit (NO2) merupakan gas sangat beracun bagi ikan. Nitrit ini sebagai hasil perombakan protein yang merupakan ikutan dari amonia. Pada air kotor karena terlalu banyak ikan, biasanya kadar nitiritnya tinggi. KAndungan amonia dan nitrit dapat dikurangi ataupun dihilangkan dengan cara penggantian air, pemberian aerasi, penguapan maupun reaksi kimia dengan oksigen.

Reaksi amonia dan oksigen umumnya terjadi karena dibantu oleh bakteri Nitrosomonas sp sehingga menjadi bentuk nitrat (NO3) yang tidak beracun. Bakteri Nitrosomonas sp akan tumbuh sendiri dan berkumpul serta berkoloni pada dinding bak atau akuarium bila lama digunakan.

Minggu, 05 Agustus 2012

Kekerasan atau kesadahan air pada kolam ikan hias

Kekerasan (hardness) air yang juga disebut kesadahan disebabkan oleh banyaknya mineral dalam air seperti kalsium atau kapur (Ca), magnesium (Mg), seng (Zn), dan mangaan (Mn). Namun, mineral yang dijadikan standar pengukuran kekerasan air adalah kadar Ca++ dalam bentuk CaCO3. Biasanya air ini dinyatakan dalam derajat kekerasan (0 dH). 

Ikan ikan tertentu membutuhkan kesadahan tertentu pula. Umumnya ikan akan lebih mudah beradaptasi dari air yang lunak ke keras daripada dari keras ke lunak. Memang belum diketahui dengan pasti pengaruh langsung kesadahan air ini terhadap ikan. 

Namun, biasanya kesadahan air berpengaruh terhadap perubahan pH. Walaupun demikian, kebanyakan ikan hias akan tumbuh baik pada kesadahan 3-10 0dH, tergantung jenis ikannya. Kesadahan air lebih dari 10 0dH biasanya sangat baik untuk ikan cichlid dari Aafrika

Sabtu, 04 Agustus 2012

Derajat keasaman kolam ikan hias

Hubungan derajat keasaman (pH) dengan kehidupan ikan hias sangat erat. Titik kematian ikan biasanya terjadi pada pH 4 (asam) dan pH 11 (basa). Sementara reproduksi atau perkembangbiakan ikan biasanya akan baik pada pH 6,5 walaupun masih tergantung pada jenisnya. Idealnya kebanyakan ikan hias air tawar akan hidup baik pada kisaran pH 6,5-7,0.

Adanya penyakit ikan pun berhibingan dengan naik turunnya nilai pH. Biasanya bakteri akan tumbuh baik pada pH basa, sementara jamur tumbuh baik pada pH asam.

Nilai pH air pada siang hari berbeda dengan malam hari. Pada pagi hari pH air akan turun, sedangkan pada sore hari akan naik. Hal ini disebabkan gas karbondioksida banyak diproduksi pada malam hari. Banyaknya produksi gas karbondioksida karena malam hari tidak ada sinar matahari. Karbondioksida sangat berpengaruh terhadap penurunan nilai pH atau lebih asam.

Jumat, 03 Agustus 2012

Kadar oksigen dalam kolam

Bagi ikan, oksigen diperoleh dari air. Kalau kadar oksigen terlarut rendah maka kehidupan ikan akan terganggu. Jumlah minimal kebutuhan oksigen terlarut untuk setiap jenis ikan tidak sama. Biasanya ikan yang gesit akan membutuhkan oksigen yang lebih banyak dibanding dengan ikan yang tenang.

Namun, sedikitnya air yang digunakan untuk pemeliharaan ikan harus berkadar oksigen minimal 5 mg/L. Bila kurang, ikan bisa stress  atau bahkan mati. Pada kolam yang penuh dengan ganggang tidak menguntungkan bagi ikan. Ini disebabkan kadar oksigennya bisa lebih tinggi dari 20 mg/L. Kadar oksigen yang tinggi dapat menyebabkan ikan terserang penyakit gas buble.

Cara mengukur kadar oksigen dalam air menggunakan DO-meter atau oksigen kit. Alat ini dapat dibeli di toko sarana produksi perikanan atau di toko kimia. Harganya memang relatif mahal. Lain lagi dengan jenis ikan labirin seperti lele, catfish, dan gurami. Jumlah kandungan oksigen terlarut yang rendah tidak banyak mempengaruhi kehidupan ikan. Walaupun sedikit oksigen, ikan ini masih bisa hidup dengan mengambil oksigen langsung dari udara.

Kandungan oksigen terlarut yang rendah dapat dinaikkan dengan cara pemberian aerasi. Dengan aerasi, udara dipompakan kedalam air dengan bantuan pompa udara (aerator). Alat ini sangat umum digunakan karena oksigen dalam air akan lebih stabil.

Kamis, 02 Agustus 2012

Tanaman Air untuk budidaya ikan hias

Ada banyak jenis tanaman air yang dipakai dalam budi daya ikan hias. Tanaman air tersebut dibagi dalam dua kelompok, yaitu tanaman tumbuh mengapung dan tanaman tumbuh didasar. Tanaman mengapung misalnya enceng gondok (Eishornia crassipes), kubis-kubisan (Pistia stratioes), dan mata lele (Lemna minor). Sementara tanaman tumbuh didasar dibagi atas tanaman berdaun jarum atau pita seperti Vallisnera spiralis dan Myriophyllum mattogrossense, tanaman berdaun lebar seperti Dracena variegata, Echinodorus micheli dan Macrosorium pteropus, serta tanaman bercabang seperti ganggang (Hydrilla verticillata)

Beberapa jenis tanaman air tersebut merupakan tanaman air hias yang digunakan pada penataan akuarium. Oleh karenanya, nilai ekonomi tanaman air hias tersebut menjadi cukup bagus, bahkan tidak jarang tanaman air ini diekspor. Untuk perkolaman, biasanya petani menggnakan tanaman air yang kuat dan mudah diperoleh seperti enceng gondok, kubis-kubis an dan ganggang.

Penggunaan tanaman air dapat memberikan manfaat bagi ikan hias yang dipelihara antara lain:
  1. Sebagai pelindung ikan dari terik matahari  
  2. Sebagai persembunyian anakan
  3. sebagai sarang atau tempat menempelnya telur
Selain memiliki manfaat bagi ikan, tanaman air pun dapat memberikan pengaruh negatif pada ikan, antara lain:
  1. Sebagai tempat berkembang biaknya capung sehingga larvanya dapat menjadi hama larva ikan
  2. Sebagai tempat menempel atau bersembunyinya mikroorganisme atau bibit penyakit
  3. mengurangi kadar oksigen, terutama tanaman mengapung
Oleh karena itu tanaman air memiliki kelemahan maka jumlahnya dalam wadah pemeliharaan harus sesuai dengan luasan wadah. Umumnya jumlah tanaman air dianjurkan tidak lebih dari sepertiga luasan wadah. Dengan cara ini akan terdapat cukup ruang untuk pertukaran udara dan mengurangi daerah perkembangbiakan bibit penyakit. Agar terbebas dari bibit penyakit, kebersihan tanaman air sebelum digunakan perlu diperhatikan. Caranya ialah tanaman air, terutama akarnya, dicuci bersih dengan air atau direndam sekitar 1-2 jam dalam larutan PK.
 

Rabu, 01 Agustus 2012

Oksigen terlarut dalam pemeliharaan ikan hias air tawar

Oksigen (O2) merupakan zat terpenting dalam kehidupan organisme. Dalam bernapas, organisme memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida atau CO2. Keberadaan oksigen diudara maupun terlarut dalam air.

Didalam air, oksigen bersumber dari tanaman berwarna hijau seperti lumut dan ganggang. Dengan bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis, tanaman memproduksi oksigen. Untuk itulah pada kolam yang banyak mengandung ganggang (alga) atau lumut berwarna hijau mengandung oksigen terlarut yang cukup tinggi di siang hari.

Oksigen dapat larut kedalam air melalui proses difusi atau persinggungan dengan udara. Beberapa faktor yang mempengaruhi banyaknya oksigen terlarut adalah sebagai berikut:
  1. Pergerakan permukaan air. Pergerakkan air berupa riak air maupun gelombang akan mempercepat difusi udara ke dalam air.
  2. Suhu. Suhu berpengaruh kepada kejenuhan (kapasitas air menyerap oksigen). Makin tinggi suhu maka makin sedikit oksigen dapat larut.
  3. Tekanan Udara. Tekanan udara berhubungan dengan ketinggian suatu daerah maka makin rendah tekanan udaranya sehingga makin rendah pula kadar oksigen terlarut.
  4. Salinitas. Makin tinggi salinitas maka makin sedikit oksigen yang dapat larut.
  5. Tanaman Air. Tanaman air, terutama ganggang, tentunya berhubungan dengan proses fotosintesis yang memerlukan sinar matahari. Bila sinar matahari sedikit maka proses fotosintesis terhambat sehingga oksigen terlarut pun sedikit.